Pernah buat suatu kesalahan fatal dalam kerja? Saya pernah and it was yesterday. Entah kenapa seharian kemaren saya bisa nggak konsen sama sekali. Pagi itu saya dan seorang teman harus payroll ke beberapa sekolah kristen dan kantor sekretariatnya, sebelum berangkat seperti biasa officer kami melakukan morning briefing yang berakhir panas karena ada kebijakan baru dari atasan yang kurang kami setujui. Waktu lagi nyiapin barang yang harus kami bawa, si officer menanyakan laporan debet manual spp sekolah yang menurut dia harus saya serahkan ke sekolah hari itu juga, saya bilang laporan itu baru akan diambil pihak sekolah setelah saya konfirmasi tapi beliau masih tetap keukeuh dengan pendiriannya. pikiran saya mulai terpecah antara harus menyelesaikan laporan dengan tugas saya pagi itu yang mengharuskan saya keluar kantor. Setibanya di sekolah pertama, kami panik karena box uang tidak bisa dibuka sehingga terpaksa meminta driver kembali ke kantor untuk mengambil kunci, yang setelah dicari kemana-mana ternyata ada di kantong blazer saya!! Sampai kembali ke kantor sore hari tidak ada masalah yang berarti, sampai ketika saya melakukan input transaksi payroll tersebut. Ada satu transaksi yang gagal diinput karena ternyata saldonya tidak cukup. Setelah saya cek dengan dengan semua data yang ada, sadarlah saya kalau ternyata saya kelebihan bayar. God, rasanya jantung saya mau copot, it was my mistake, nggak teliti waktu approve pembayaran. Panik saya telfon ke sekolah tersebut dan unfortunately yang bersangkutan sudah pulang dan beliau nggak punya no telfon rumah. Nyaris putus asa saya putuskan untuk mengganti uang tersebut, tapi senior saya menyarankan untuk melaporkan hal tersebut ke officer kami yang akhirnya saya lakukan dengan berurai air mata. Masalah terselesaikan dengan mendebet rekening yayasan sekolah yang bersangkutan sambil menunggu sampai kami bisa menghubungi orang tersebut. Saat itu saya merasa gagal, selama ini saya bisa menyelesaikan semua masalah mulai dari selisih sampai terima uang palsu. By the end of the day saya merasa bukan orang yang tepat untuk pekerjaan ini. Terpikir untuk resign tapi saya juga tidak mau menyerah begitu aja. saya sadar setelah ini keadaan nggak akan pernah sama lagi buat saya.
-if you want to be a princess, you have to believe that you are a princess (princess mia-princess diary: royal engagement)-
posted by -nia- @--}--- Saturday, May 28, 2005 l
Sunday, April 03, 2005
JUST ANOTHER LONG DISTANCE RELATIONSHIP
Tentang Sebuah Perpisahan
From: +628123xxxxxx Date: 03/28/2005 Time: 15:05 Non aq rabu bsk mo brangkat ke jkt.. Aq kayaknya lsg keterima kerja di PT xxx..
Shock rasanya waktu terima sms itu, sempat nggak tau musti bales apa. Yang ada air mata udah mau tumpah aja, untungnya aku lagi tugas luar dan banyak orang disekitarku yang ngajak ngobrol jadi masih bisa ngontrol emosi. Tapi dipikiranku waktu itu, aku masih punya sisa waktu 2 malem ketemu dia sebelum dia pergi. Malemnya dia jemput aku di kantor, we spend the whole night to find some clothes for him. I still remember that he looked so happy, so excited (i’m happy for you honz and i’m proud of you, i really do). Selama perjalanan pulang, dia cerita tentang proses penerimaan kerjanya (seminggu sebelum itu sebenarnya dia juga udah bilang tentang kemungkinan kerja di jakarta karena ditawarin gantiin temennya yang mau pindah), i tried so hard to be happy. Tapi ternyata memang nggak gampang buatku untuk berpura-pura ceria, apalagi setelah aku tahu ternyata dia berangkat ke jakarta selasa pagi and that night is the last night i saw him next to me, i started to cry dan nggak bisa berhenti bahkan sampe rumah (duh honz, i still remember how you held my hand all the way home and how you hug me so tight, i’m gonna miss you so much). I just can’t stop crying the whole night (ya ya... aku emang cengeng, baru ditinggal ke jakarta aja nangisnya kaya yang nggak bakal ketemu selamanya, padahal dulu waktu putus ma para mantan pacar, nangisnya biasa aja deh) yang bikin mataku sembab dan bengkak abis besoknya. Karena merasa nggak pengen ketauan orang kantor kalo abis nangis bombay, i left my softlens and use my glasses. Pertamanya sih nggak ada yang perhatiin, sampe akhirnya supervisorku yang juga satu mobil antar-jemput ma aku “nuduh” kalo aku habis nangis. Awalnya mau ngeles, tapi akhirnya nggak bisa juga, jadi deh nangis di depan temen-temen kantor (itulah enaknya punya temen kantor 90% perempuan, jadi nangis di kantor pun masih dimaklumi hehehe). Berkat acara tangisan bombay itu temen-temen pada support jadi perasaanku hari itu jauh lebih ringan. Apalagi siangnya dapet kiriman dari sahabatku yang kerja di laen cabang boneka dan coklat (makasih ya say, you’re the best deh), berasa nggak sendirian. Bahkan waktu terima sms dia mau berangkat dan udah sampe di jakarta, aku nggak nangis lagi (dikit sih, cuma sedikit berair gitu, lagian jakarta aja gitu loh, banyak jalan kesana) Sayangnya, kebahagiaan itu nggak berlangsung lama. Malemnya, pacarku tersayang itu kasih kabar kalo sebagai site engineer dia bakal ditempatin di site-site di seluruh Indonesia dan tugas pertamanya di Lampung. Gubrak... Hmmm... after more than 3 years, nggak nyangka kalo bakalan pacaran jarak jauh gini. Jujur aja berat buat aku coz i used to be with him, every time i need him he always be there for me. Yah, tapi mau gimana lagi, kata seorang temen kantorku aku harus ikhlas biar dia bisa sukses kerjaannya. Well, hasta la vista dear, until we meet again....
-if you want to be a princess, you have to believe that you are a princess (princess mia-princess diary: royal engagement)-
posted by -nia- @--}--- Sunday, April 03, 2005 l
Monday, March 28, 2005
Seandainya aku bisa bilang, "Jangan pergi" Seandainya aku sanggup memintamu untuk tetap disini bersamaku. Seandainya aku bisa pergi denganmu. Seandainya waktu bisa berhenti malam ini.. Seandainya... -if you want to be a princess, you have to believe that you are a princess (princess mia-princess diary: royal engagement)-
posted by -nia- @--}--- Monday, March 28, 2005 l
:: Profile ::
This is my blogchalk: Indonesia, East Java, Sidoarjo, Indonesian, English, Nia, Female, 21-25, reading, movies, make friends, writing, music, party.